Home » » Pencegahan Hepatitis B Pada Bayi Dan Anak

Pencegahan Hepatitis B Pada Bayi Dan Anak

Pencegahan Hepatitis B Pada Bayi Dan Anak - Pada beberapa kasus hepatitis B yang terjadi pada bayi dan anak merupakan penularan secara vertikal atau menurun dari Ibu ke bayi anak anaknya.

Pencegahan Hepatitis B Pada Bayi Dan Anak

Hepatitis B adalah jenis penyakit hepatitis yang ditularkan melalui kontak seksual, sama seperti penularan HIV/AIDS. Seorang bayi yang baru lahir bisa saja terkontaminasi virus hepatitis B akibat terkena darah ibu yang terkontaminasi saat mereka lahir. Gejala dan tanda yang ditimbulkan hampir sama yaitu kulit dan mata menjadi kuning, kehilangan nafsu makan, mual dan muntah, serta campak. Hepatitis B bisa berkembang menjadi penyakit kronis dan mengakibatkan gangguan hati yang lebih fatal, seperti sirosis dan kanker hati.

Virus hepatitis B terbukti ditemukan di dalam ASI sehingga sangat besar kemungkinan bayi yang dilahirkan dari rahim seorang Ibu penderita hepatitis B terinfeksi virus tersebut.

Pencegahan Hepatitis B Pada Bayi Dan Anak

Salah satu pencegahan hepatitis b pada bayi dan anak yaitu dengan melakukan vasinasi hepatitis B. Dengan adanya vaksinasi maka bayi bisa terlindungi dari virus hepatitis B. Vaksin tersebut lebih baik diberikan sesaat setelah bayi dilahirkan, dan akan melindungi bayi yang memang memiliki risiko untuk terkena hepatitis B ataupun tidak.

Jika memang seoarang ibu positif menderita hepatitis B, maka harus memberikan vaksin hepatitis B pada bayi setelah 12 jam pertama kelahiran, lalu ketika bayi berusia 1 atau 2 bulan, dan saat bayi berusia 6 bulan. Kemudian pada usia 9 hingga 18 bulan, bayi harus diperiksakan ke dokter untuk mengetahui apakah memiliki virus hepatitis B positif. Lebih lengkapnya bisa baca pada artikel Pemberian ASI Pada Ibu HBsAg Positif. 
Pencegahan lain yang bisa Anda lakukan selain melakukan vaksinasi diantaranya : 
  • Biasakan untuk mencuci tangan.
    Buatlah kebiasaan di keluarga Anda untuk mencuci tangan sebelum dan sesudah makan, setelah dari kamar mandi, serta sebelum dan setelah mengolah bahan makanan. Hal ini dapat mencegah Anda dan keluarga terkena penyakit hepatitis, terutama hepatitis A dan E karena penyakit tersebut menular dari feses (kotoran) ke makanan/minuman yang dikonsumsi
  • Hati-hati dengan penggunaan jarum suntik.
    Jarum atau peralatan medis lain yang tidak steril dapat menjadi sarana penyebaran dari hepatitis. Penggunaan jarum sembarangan seperti jarum yang digunakan untuk membuat tato atau jarum yang digunakan bergantian ketika memakai obat-obata terlarang, dapat menjadi sarana yang paling sering menularkan hepatitis.
  • Melakukan hubungan seksual yang aman.
    Tiga dari lima jenis hepatitis, penularannya disebabkan oleh hubungan seksual. Sehingga, penting untuk Anda mengetahui riwayat penyakit pasangan Anda. Jika memang pasangan atau keluarga dari pasangan Anda mempunyai riwayat hepatitis, sebaiknya melakukan hubungan seksual dengan menggunakan kondom.
  • Perhatikan makanan dan minuman.
    Meskipun sudah membiasakan diri untuk menjaga kebersihan makanan dan tubuh dengan cara selalu mencuci tangan dengan bersih, tetap perhatikan makanan atau minuman yang Anda makan karena belum tentu orang yang menyiapkan tersebut menjaga kebersihan seperti makanan diluar rumah. Pilihlah menu yang makanannya dijamin matang, karena makanan masih mentah lebih tinggi resiko menularkan virus.
  • Mengetahui riwayat keluarga.
    Cari tahu apakah salah satu anggota keluarga ada yang pernah mengalami hepatitis sebelumnya, jika iya maka lakukan pencegahan untuk menghindari risiko penularan yang mungkin terjadi. Lakukanlah vaksinasi tepat waktu untuk mencegah terjadinya hepatitis.
Demikian informasi pencegahan hepatitis b pada bayi dan anak serta tambahan informasi lainnya, semoga bermanfaat.

0 comments:

Post a Comment